Jumat, 21 Januari 2011

Intelz'T ku



Intelz'T, sebuah negeri yang kurindukan...
Di mana aku merasakan kedamaian sepenuhnya...
Juli 2007, aku bermigrasi ke sana...
Aku disambut dengan ramah oleh penduduk-penduduk yang juga bermigrasi ke sana...

Intelz'T, negeri yang dikuasai seorang ratu yang berwajah sedikit menakutkan, namun tidak seperti penampilannya...
Kami pernah membuat sang ratu menangis...
Ah, maaf Ibunda Ratu...

Intelz'T, negeri di mana aku bisa berbagi ke siapa saja...
Negeri yang telah mengajariku bagaimana menjalin kekuatan, kekompakan, kebersamaan, dan banyak hal lagi yang tidak bisa kuhitung...

Intelz'T...
Menjadi sebuah legenda di dalam hatiku...
Menjadi pondok kedua untukku...

Kamis, 20 Januari 2011

Tugas Resmi seorang Wartawan

Pasal 1



Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Pasal 2



Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Pasal 3



Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Pasal 4



Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Pasal 5



Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Pasal 6



Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Pasal 7



Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.

Pasal 8



Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Pasal 9



Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

Pasal 10



Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

Pasal 11



Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Ingatan Lalu

masih ku ingat selalu


saat kau berjanji padaku


takkan pernah ada cinta yang lainnya


terasa begitu indah

 

tapi semua berbeda


saat kau kenali dirinya


sadarkah dirimu diriku terluka


saat kau sebut namanya





aku memang manusia biasa


yang tak sempurna dan kadang salah


namun di hatiku hanya satu


cinta untukmu luar biasa





andaikan saja ka...

#Leave All and Go#

#Leave All and Go#
   
  So... Quite.....

    Berfikir realistis, dan tak punya harapan.. tak berarti kemarin masih berharga seperti saat ini,, ku tak tahu dimana sekarang berada.. apapun tak ku ketahui. Tapi bisakah mereka mengerti apa yang terjadi??
   Sekitar 5 bulan yang lalu, ku berpikir tuk lebih berani.. 'Dya' orang yang kusukai... ku harus mengatakan kebenarannya,, maka itulah yang kukatakan.. tapi,, Dya hanya diam membisu.. aku sungguh berharap itu adalah jawaban positif,, Aku merahasiakan semuanya dari orang-orang terdekat. Terpikir olehku Tsani,, ku berharap Dya pengganti Tsani.. berapa kali aku keliru??
     4 bulan sesudahnya,, tanpa kabar sedikitpun.. aku tak bisa mengerti?? akupun tetap menjalani pekerjaan sampingan ini.. aku masih saja pusing.. Jika bisa kukatakan dan jika di perbolehkan,, ingin kukatakan.. Aku Sakit Hati. Seorang teman tetap menghiburku,,
     MOS telah berlalu, aku mulai bisa tenang.. tak lagi memikirkan Dya.. seorang anak yang hampir seumuran,, mulai terpikir olehku.. kurasa anak itu mengetahui tulisanku ini.. ya, Pasti! Dya tlah menghilang.. hingga anak itu kembali menanya aku dan Dya ada apa?? apa yang bisa kujawab?? ku saat itu berharap anak itu tidak mengetahui isi hatiku.
     Ya, ku jawab sebisa ku berbohong,, maaf jika ku berbohong... Aku tak ingin Anak itu tahu perihal perasaanku padanya, tapi beberapa hari yang lalu Adik Dya,, menghujam ulu hatiku.. awalnya aku bertanya 'maaf dma Dya kni yo?'.. Adik yang super Judes itu jawab begini 'Ndag tw.. ko sia e0ch?' dan setelah ku desak terus, dia menjawab 'HAHAHA Jan gaduah jo kak Dya lae!! Nyo lah Pnyo!' betapa tidak sakit hatiku?? kemarin ku menguatkan hati.. dan ku kirim ke Dya begini 'Langkahmu tlah ku tinggalkan, jika kau masih berharap pada T**AR.. mungkin aku engkau anggap 'Gila' tapi ya,, tak perlu Engkau membalas'
     Dan saat ini aku mencurahkan seluruh isi hatiku,, bahwa ternyata Anak yang kusuka itu juga di kejar temanku.. dan aku juga ingin menyatakan suatu keadaan dimana diriku,, mengaharapkan seorang yang seperti Tsani dahulu.. Tsani yang pengertian, sebagai perisai,, dan tak pernah berpaling.. masih teringat bagiku senyumnya,, tapi Tsani telah pergi... aku tahu itu, kami berjanji, akan bertemu lagi suatu saat nanti.. dan sadarkah Engkau yang membaca sekarang ini?? aku berharap, kau dapat menjadi pengganti Tsani.. lupakan semua Pikiran Negatif tentangku, karena aku memang tak memiliki sifat itu..
     Dan, diakhir ini aku tetap mengingat Alif juga menyukaimu,, tapi.. kali ini ku hanya menyatakan perasaanku,,     Maukah kau menerima ku Tia?? kita coba membangun semua berdua.. ku harap jawabanmu secepat yang engkau bisa..

L. Only For Last Day...

Hari Ini kulihat dia termenung
Matanya kian kelam di kelilingi sinar bulan
bukankah itu ajal??

Sekian lama berjuang, dan kini akhirnya..
Matanya kian kelam di kelilingi sinar bulan
bukankah itu ajal??

Leave all and go....
bye L.